Wa

Jumat, 29 Juni 2018

ANALISA DIDIER DROGBA,KEGAGALAN JERMAN PENYEBAB UTAMANYA OZIL DAN IIKAY GUNDONGAN

ANALISA DIDIER DROGBA,KEGAGALAN JERMAN PENYEBAB UTAMANYA OZIL DAN IIKAY GUNDONGAN

Agen bola SBOBET - Didier Drogba punya analisa menarik kala mengomentari kegagalan Timnas Jerman melaju ke babak 16 besar Piala Dunia 2018. Mantan striker Chelsea tersebut menyebut dua pemain, Mesut Ozil dan Ilkay Gundogan sebagai penyebab utamanya.

Ozil dan Gundogan melakukan pertemuan dengan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan sebelum Piala Dunia 2018, atau tepatnya pada Mei lalu. Kala itu, Erdogan tengah menggelar kunjungan ke Inggris.

Ketiganya sempat berfoto bersama yang memicu pro dan kontra di kalangan masyarakat Jerman. Bahkan, Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) sampai merilis pernyataan resmi terkait pertemuan Ozil dan Gundogan dengan Erdogan.

Drogba menilai pertemuan ketiganya membuat internal Jerman tidak kondusif. Bahkan ia mengklaim, ada perpecahan di tubuh skuat berjuluk Der Panzer tersebut.

"Saya pikir suasananya tidak tepat di ruang ganti. Kita tahu Mesut Ozil dan Ilkay Gundogan yang bertemu Presiden Turki (Erdogan), dan Jerman tidak bersatu karena hal itu. Kemudian kita melihat hasilnya," ujar Drogba disadur dari BBC.
DFB menganggap Ozil dan Gundogan melanggar nilai sepak bola dengan menghadiri pertemuan dengan Erdogan. DFB menuduh keduanya telah dijadikan alat kampanye politik.

Ozil dan Gundogan merupakan pemain kelahiran Jerman, tapi kental memiliki darah Turki. "Sepak bola adalah hidup kami, bukan politik," kata Gundogan.

Jerman Gagal Lolos
Untuk pertama kalinya sejak Piala Dunia 1938 lampau, Jerman tersingkir di babak penyisihan. Selain itu, Der Panzer juga gagal mematahkan tradisi juara bertahan yang kandas di fase grup sejak 2010 lalu.

 

> Deposit/Withdraw 50rb
> Mix Parlay 13rb
> HDP Sbobet 25rb


Untuk info lbh lanjut silahkan hub dewata88 di :

BBM : 7B616A45
Phone : 087809876825
Whatsapp:+62 821-7607-7844
Link : www.newdewata88.com
YM : cs1.dewata88@yahoo.com
YM : cs2.dewata88@yahoo.com

0 komentar:

Posting Komentar